Oleh : Kartika Yurlisa
Tema : Air
Negara Belanda
disebut denganNetherland (bahasa
Belanda), yang artinya “negeri-negeri berdaratan rendah”. Belanda secara
geografis merupakan negara dengan dengan permukaan tanahnya dibawah permukaan
laut, dengan kira-kira 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada dibawah
permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter diatas permukaan laut
(Anonim, 2016).
Gambar 1. Peta
Ketinggian Dataran Belanda dibandingkan dengan Permukaan Air Laut
Sumber :
http://socialsystemsloes.blogspot.com/2012/09/polder-model.html
Peta Belanda
tersebut menunjukkan level ketinggian tanah dibandingkan dengan rata-rata
ketinggian air laut. Semua yang berwarna biru atau kebiru-biruan adalah daerah
dibawah permukaan air laut, dimana beberapa kota besar di Belandadibangun
ditempat tersebut.Anda mungkin berpikir bahwa Belanda adalah negara yang kecil, Tapi
anda tahu Belanda akan menjadi lebih kecil lagi tanpa sistem manajemen air yang
baik (Dorrepaal, 2012).
Belanda adalah negara yang gigih menghadapi tantangan alam.
Air merupakan masalah utama bagi bangsa Belanda. Belanda dibangun dari tanah yang
digenangi air menjadi daratan yang dapat dihuni manusia, proses pembangunan
tersebut berjalan dalam waktu yang tidak singkat dan berabad-abad lamanya.
Belanda
menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang kompleks untuk
mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Polder
merupakan sistem tata air tertutup dengan elemen meliputi tanggul, pompa,
saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan dan instalasi air kotor yang
terpisah.
Gambar 2. Sistem Polder
Sumber :
http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html
Sistem polder dapat ilustrasikan sebagai dataran rendah yang
dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air
hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan
air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau
kanal yang bermuara ke laut. Polder juga bisa diartikan sebagai tanah yang
direklamasi. Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, juga pada manajemen air
buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari
permukaan laut dan sungai (Sugiarti, 2012).
Gambar
3. Cara Kerja Sistem Polder
Sumber:http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/1/656/holland_is_the_best_technology_in_water_management.html
Pada awal
pembangunan sistem polder, penduduk Belanda meletakkan bukit-bukit pasir yang
mengelilingi tanah yang letaknya rendah, dari sekitar pesisir pantai Belgia
sampai dengan provinsi Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara.
Bukit-bukit pasir ini dinamakan “Duinen”
yang artinya “pematang raksasa”. Selanjutnya bukit pasir ini ditanami berbagai
macam pohon kayu dan semak belukar. Akar dari berbagai macam pohon kayu dan
semak belukar beserta dengan dedaunan membuat bukit pasir ini menjadi tahan,
tidak longsor dan tidak terkikis oleh air pasang, surut dan ombak. Tanah pasir
ini disebut “Veenkleien” oleh
penduduk Belanda (Isnaini, 2012).
Gambar
4. Duinen yang menjadi Vankleieen
Sumber :
http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html
Seiring dengan
waktu, Veenkleien yang berada dalam lingkaran Duinen yang sudah tidak
berhubungan lagi dengan lautan, karena sudah dipisahkan oleh Duinen,
terbentuklah daratan. Daratan yang berada dalam lingkaran Duineen disebut
dengan “Folder”. Dalam folder masih
terdapat sisa air yang membentuk danau kecil. Danau ini biasa disebut “Lagunes dan Plassen”. Plassen - plassen
ini dikeringkan dengan cara memompa air keluar. Lambat laun daratan yang
terbentuk menjadi bertambah luas (Isnaini, 2012).
Gambar
5. Folder
Sumber :
http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html
Selanjutnya,
tanah yang berada disisi Duinen yang lain, yang masih terkena pasang surut air
laut diberi pelindung berupa tanggul raksasa. Tanggul ini diletakkan sepanjang
pantai Belgia sampai Provinsi Frisland dan Gronigen. Netherlander biasa
menyebut tanggul tersebut “Dikjen”. Dikjen bermanfaat melindungi negara Belanda
dari air baik dari sungai-sungai yang membelah negeri maupun dari laut. Panjang
dikjen bisa mencapai ribuan kilometer dan pembangunan dikjen telah berlangsung
sejak 1000 tahun yang lalu. Selain duinen dan dikjen dibuat pula “Dam”. Dam
dibuat diantara 2 daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, dam bermafaat
sebagai tindakan pencegahan terhadap angin topan dahsyat, angin ribut serta air
pasang yang menyebabkan gelombang laut naik beberapa meter (Isnaini, 2012).
Gambar 6. Dikjen
Sumber :
http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html
Belanda mulai
memperluas daratan dari tahun 1575-1650. Tanah rendah yang masih ada genangan
air di dalamnya dibuatkan pematang mengelilingi tanah tersebut. Lalu air yang
masih ada dipermukaan tanah dipompa keluar menggunakan kincir angin. Proses
pengeringan tersebut dinamakan “Inpolderingproject”.
Tanah pasir yang kering, lama kelamaan akan menjadi daratan, sehingga Negera
Belanda menjadi semakin luas (Isnaini, 2012).
Gambar 7. Kincir Angin
di Kinderdijk, Belanda
Sumber : http://pembayunsekar.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-tradisi-inovasi-belanda.html
Negara Belanda merupakan negara yang tak pernah berhenti
berupaya melahirkan inovasi. Perjuangan melawan banjir telah dilakukan Belanda
hampir selama satu milenium. Lebih dari seratus bencana banjir pernah menyerang
Belanda dalam kurun waktu tersebut.Satu peristiwa yang
tidak akan pernah dilupakan di Nederland. Petaka ini dikenal dengan nama
‘bencana air’ atau watersnoodramp.
Peristiwa pecahnya tanggul/Dikjen dipinggir pantai provinsi pesisir Zeeland terjadi
pada tanggal 1 Februari 1953.Tanggul raksasa yang setinggi 4.55 meter ini
ternyata tidak tahan dari ombak dan badai, sehingga bobol oleh air laut, yang menyebabkan
provinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air, 1800 orang meninggal
dunia,hewan-hewan yang tidak terhitung banyaknya musnah dan kerugian harta yang
banyak sekali. Orang Belanda berjanji tidak akan melupakan dan akan mengamankan
Negerinya semaksimal mungkin, hingga kejadian ini tidak akan terulang kedua
kalinya (Sugiarti, 2012).
Sebagai reaksi pencegahan terhadap bencana banjir, Pemerintah
Belanda membuat Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken), yaitu
pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap
bencana banjir. Secara konsep, Proyek Delta ini akan mengurangi resiko banjir
di South Holland dan Zeeland untuk sekali per 10.000 tahun. Meskipun Proyek
Delta telah selesai tahun 1997, masih ada ancaman kenaikan muka air laut akibat
perubahan iklim yang mendorong Belanda untuk terus-menerus menyempurnakan
sistem poldernya. Ini adalah perjuangan berat jangka panjang bangsa Belanda
dalam menaklukan air (Sugiarti, 2012).
Gambar 8. Proyek Delta (Delta
Works/Deltawerken)
Sumber :
http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html
Dari penjelasan
diatas, ternyata kesuksesan negara Belanda, karena negara tersebut terus berinovasi
untuk dapat bertahan dibawah permukaan air laut. Negara yang berasal dari
perjuangan panjang dan patut dijadikan teladan dalam manajemen air oleh negara
Indonesia. Saya berharap suatu saat nanti akan dapat langsung melihat dan
mempelajari sistem polder di Negera Vanoranje, Negara dibawah permukaan air
laut.Kita harus belajar dari ahlinya!.
Daftar
Pustaka :
Anonim.
2010. Air, Ancaman dan Sahabat Orang di Belanda. Notes by Sciences
University on facebook.https://www.facebook.com/notes/science-of-universe/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/10150216445500150. Diakses
tanggal 22 april 2015.
Amelia,
R. 2013. Belanda terus berada di Atas Air. http://raisamelia.blogspot.com/2013/05/belanda-berhasil-taklukkan-banjir.html. Tanggal 24 April 2015.
Dorrepaal,
L. 2012. Social Systems / Loes. http://socialsystemsloes.blogspot.com/2012/09/polder-model.html.
Diakses
tanggal 24 april 2015.
Isnaini.
2010. Belanda, Negara bawah permukaan air laut. https://cybermujahidah.wordpress.com/2010/04/26/belandanegara-bawah-permukaan-air-laut/.
Diakses 22 april 2015.
Sugiarti,
A. 2012. Belajar dari Sistem Folder Negera Belanda. http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html. Diakses tanggal 24 April 2015.
Taufiqurramadhan,
R. 2013. Belanda, ternyata negara terendah di Dunia
http://rifqi-taufiqurr.blogspot.com/2013/02/belandaternyata-negara-terendah-di-dunia.html.
Diakses
tanggal 24 april 2015.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar