Minggu, 26 April 2015



Si Hitam Kereta Api dari Netherland ke Indonesia
Oleh : Kartika Yurlisa
Tema : Api


Sumber: http://kereta-api.info/sejarah-perkembangan-kereta-api-jaman-belanda-di-indonesia-3589.htm

Butuh kendaraan bebas macet, nyaman dan on time?. Saya memilih kereta api. Menurut saya diantara semua sarana transportasi yang Indonesia miliki. Kereta api adalah yang terbaik. Jika saya ingin mengadakan perjalanan, saya dapat dipastikan akan memilih kereta api dibandingkan sarana transportasi lainnya.
Oleh karena itu ketika ada tema Holland Writing Competition 2015 elemen api saya memilih untuk menulis tentang kereta api. Bagaimana dengan sejarah kereta api di Indonesia? Apakah ada hubungannya antara kereta api, Belanda dan Indonesia?.
Untuk Sejarah, mari kita kembali lagi ke zaman kolonial Belanda!. Selama zaman kolonial Belanda transportasi rel di Indonesia terutama di pulau Jawa dijalankan oleh pemerintah Belanda, Jerman dan Inggris. Rel kereta api yang pertama dibangun si bagian selatan pulau Jawa oleh Nederlandse Indische Spoorwegen Maatschappij (NISM) (Perusahaan Rel Kereta Api Belanda) pada sekitar tahun1860.
Kereta api pertama di Indonesia dibangun tahun 1876 di Semarang (Kemijen-Tanggung yang berjarak 26 km), atas permintaan Raja Wilem I untuk keperluan militer di Semarang maupun hasil bumi ke Gudang Semarang. Kemudian dalam melayani kebutuhan akan pengiriman hasil bumi dari Indonesia, maka Permerintah kolonial Belanda sejak tahun 1876 telah membangun jaringan kereta api, dengan muara pada pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.
Dalam catatan sejarah, belanda telah menjajah Indonesia selama lebih dari 350 tahun. Namun selama masa penjajahannya, Bel;anda ternyata dikenal memiliki pandangan jauh ke depan dalam soal sarana transportasi Indonesia. Belanda telah membangun berbagai sarana transportasi yang kini kita gunakan, yaitu pembangunan dari jalur pantura hingga pembangunan  jaringan kereta api di seluruh Jawa dan sebagian Sumatera.
Dan itulah inovasi bangsa Belanda pada bangsa Indonesia. Kereta api adalah transportasi masa depan yang menjanjikan bagi bangsa Indonesia. Harapan saya inovasi dan teknologi dari Belanda tersebut akan dapat dirasakan oleh semua bangsa Indonesia. Seperi bait dari sebuah lagu “Dari Sabang sampai Marauke”.

Daftar Pustaka :

Anonim. 2015. Sejarah Perkereta Apian di Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia. diakses 26 April 2015.

Rifai, A. 2014. Sejarah perkembangan Kereta Api Zaman Belanda di Indonesia. http://kereta-api.info/sejarah-perkembangan-kereta-api-jaman-belanda-di-indonesia-3589.htm.  diakses 26 April 2015.



Solusi Banjir Indonesia dari Netherland



Oleh : Kartika Yurlisa
Tema : Air

“Banjir lagi, Banjir lagi” nyanyian merdu yang selalu terdengar dikala Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Dan uniknya, nyanyian itu selalu terulang tiap tahunnya. Bahkan sepertinya kalau kita bertanya tentang bajir ke korban banjir tahunan. Mereka tentu akan bilang “Sudah biasa”. Seakan hal tersebut sudah menjadi budaya masyarakat di daerah yang sering ditimpa banjir. 
Masalah klasik tersebut bukan hal mudah untuk diselesaikan dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kota Jakarta dan Semarang dan beberapa kota yang menjadi langganan banjir dari tahun ketahun. Kondisi jalanan atau area saat ini menjadi sangat parah dan memprihatinkan ketika hujan turun. Jangankan hujan lebat, hujan dengan intensitas sedang saja sudah berhasil menimbulkan genangan. Belum lagi jika hujan turun dalam waktu yang lama, banjir dimana-mana. 
Drainase yang buruk, menjadi salah satu penyebab utama banjir. Drainase yang berupa gorong-gorong di bawah jalanan sangat kecil dan tua. Gorong-gorong kelas mikro itu tidak mampu  menampung beban curah  hujan yang banyak. Beberapa kota yang memiliki ketinggian rendah harusnya memiliki sistem drainase terpadu lebih baik.
Pengembangan kota-kota pantai di Indonesia seringkali lebih didasarkan kepada kepentingan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pengembangan kawasan  tersebut  menimbulkan masalah banjir tahunan yang tidak kunjung ditemukan solusi masalahnya. Dari itulah perlu upaya peningkatan atau pengembangan aspek teknologi dan manajemen untuk pengendalian banjir di kota-kota pantai di Indonesia.
Sistem Drainase yang baik? Nampaknya kita perlu belajar dari Belanda.Belanda merupakan Negara yang memiliki sistem pengelolaan air terbaik di dunia. Belanda adalah negara yang gigih menghadapi tantangan alam. Air merupakan masalah utama bagibangsa Belanda. Belanda dibangun dari tanah yang digenangi air menjadi daratan yang dapat dihuni manusia, proses pembangunan tersebut berjalan dalam waktu yangtidak singkat dan berabad-abad lamanya.
Dengan teknologi dan inovasi yang dilakukan oleh orang-orang Belanda terciptalah suatu negara dibawah permukaan laut. Hal tersebut mengingatkan kita pada kata-kata mutiara yang dilontarkan Filsuf Perancis, Rene Descartes “God created the world, but the Dutch created Holland” ujarnya.
Belanda menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Polder merupakan sistem tata air tertutup dengan elemen meliputi tanggul, pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan dan instalasi air kotor yang terpisah. Dengan demikian sistem dapat polder dikembangkan karena menggunakan paradigma baru, diantaranya berwawasan lingkungan (environment oriented), pendekatan kewilayahan (regional based), dan pemberdayaan masyarakat pengguna.
Keunggulan dari  sistem polder yaitu  mampu  mengendalikan banjir dan genangan akibat aliran dari hulu, hujan setempat naiknya muka air laut. Selain dapat mengendalikan air, sistem polder juga dapat digunakan sebagai obyek wisata atau rekreasi, lahan pertanian, perikanan, dan lingkungan industri serta perkantoran.
Kelemahan dari sistem polder yaitu kerja pada polder sangat bergantung pada pompa. Jika pompa mati, maka kawasan akan tergenang. Sehingga diperlukan adanya pengawasan pada pompa. Selain itu, biaya operasi dan  pemeliharaannya yang  relatif mahal.
Penerapan sistem polder ternyata juga dapat memecahkan masalah banjir perkotaan di Indonesia. Suatu subsistem-subsistem pengelolaan tata air tersebut sangat demokratis dan mandiri sehingga dapat dikembangkan dan dioperasikan oleh dan untuk masyarakat dalam hal pengendalian banjir kawasan permukiman mereka. Unsur terpenting di dalam sistem polder adalah organisasi pengelola, tata kelola sistem berbasis partisipasi masyarakat yang demokratis dan mandiri, serta infrastruktur tata air yang dirancang, dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Sedangkan pemerintah hanya bertanggung jawab terhadap pengintegrasian sistem-sistem polder, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan sungai-sungai utama. Hal tersebut merupakan penerapan prinsip pembagian tanggung jawab dan koordinasi dalam good governance.
Dan semoga suatu saat nanti entah kapan nyanyian itu akan jadi nyanyian using. Dan bangsa Indonesia bisa sukses seperti bangsa Belanda. Dan saya percaya kita bisa.

Daftar Pustaka :

Sugiarti, A. 2012. Belajar dari Sistem Folder Negera Belanda. http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html. Diakses tanggal 24 April 2015.

Belanda, Perjuangan dan Inovasi Negara dibawah Permukaan Air Laut



Oleh : Kartika Yurlisa
Tema : Air

Negara Belanda disebut denganNetherland (bahasa Belanda), yang artinya “negeri-negeri berdaratan rendah”. Belanda secara geografis merupakan negara dengan dengan permukaan tanahnya dibawah permukaan laut, dengan kira-kira 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada dibawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter diatas permukaan laut (Anonim, 2016).
 


 
Gambar 1. Peta Ketinggian Dataran Belanda dibandingkan dengan Permukaan Air Laut
Sumber : http://socialsystemsloes.blogspot.com/2012/09/polder-model.html

Peta Belanda tersebut menunjukkan level ketinggian tanah dibandingkan dengan rata-rata ketinggian air laut. Semua yang berwarna biru atau kebiru-biruan adalah daerah dibawah permukaan air laut, dimana beberapa kota besar di Belandadibangun ditempat tersebut.Anda mungkin berpikir bahwa Belanda adalah negara yang kecil, Tapi anda tahu Belanda akan menjadi lebih kecil lagi tanpa sistem manajemen air yang baik (Dorrepaal, 2012).
Belanda adalah negara yang gigih menghadapi tantangan alam. Air merupakan masalah utama bagi bangsa Belanda. Belanda dibangun dari tanah yang digenangi air menjadi daratan yang dapat dihuni manusia, proses pembangunan tersebut berjalan dalam waktu yang tidak singkat dan berabad-abad lamanya.
Belanda menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Polder merupakan sistem tata air tertutup dengan elemen meliputi tanggul, pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan dan instalasi air kotor yang terpisah.


Gambar 2. Sistem Polder
Sumber : http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html

Sistem polder dapat ilustrasikan sebagai dataran rendah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Polder juga bisa diartikan sebagai tanah yang direklamasi. Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, juga pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut dan sungai (Sugiarti, 2012).


Gambar 3. Cara Kerja Sistem Polder
Sumber:http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/1/656/holland_is_the_best_technology_in_water_management.html

Pada awal pembangunan sistem polder, penduduk Belanda meletakkan bukit-bukit pasir yang mengelilingi tanah yang letaknya rendah, dari sekitar pesisir pantai Belgia sampai dengan provinsi Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Bukit-bukit pasir ini dinamakan “Duinen” yang artinya “pematang raksasa”. Selanjutnya bukit pasir ini ditanami berbagai macam pohon kayu dan semak belukar. Akar dari berbagai macam pohon kayu dan semak belukar beserta dengan dedaunan membuat bukit pasir ini menjadi tahan, tidak longsor dan tidak terkikis oleh air pasang, surut dan ombak. Tanah pasir ini disebut “Veenkleien” oleh penduduk  Belanda (Isnaini, 2012).



Gambar 4. Duinen yang menjadi Vankleieen
Sumber : http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html

Seiring dengan waktu, Veenkleien yang berada dalam lingkaran Duinen yang sudah tidak berhubungan lagi dengan lautan, karena sudah dipisahkan oleh Duinen, terbentuklah daratan. Daratan yang berada dalam lingkaran Duineen disebut dengan “Folder”. Dalam folder masih terdapat sisa air yang membentuk danau kecil. Danau ini biasa disebut “Lagunes dan Plassen”. Plassen - plassen ini dikeringkan dengan cara memompa air keluar. Lambat laun daratan yang terbentuk menjadi bertambah luas (Isnaini, 2012).

Gambar 5. Folder
Sumber : http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html

Selanjutnya, tanah yang berada disisi Duinen yang lain, yang masih terkena pasang surut air laut diberi pelindung berupa tanggul raksasa. Tanggul ini diletakkan sepanjang pantai Belgia sampai Provinsi Frisland dan Gronigen. Netherlander biasa menyebut tanggul tersebut “Dikjen”. Dikjen bermanfaat melindungi negara Belanda dari air baik dari sungai-sungai yang membelah negeri maupun dari laut. Panjang dikjen bisa mencapai ribuan kilometer dan pembangunan dikjen telah berlangsung sejak 1000 tahun yang lalu. Selain duinen dan dikjen dibuat pula “Dam”. Dam dibuat diantara 2 daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, dam bermafaat sebagai tindakan pencegahan terhadap angin topan dahsyat, angin ribut serta air pasang yang menyebabkan gelombang laut naik beberapa meter (Isnaini, 2012).

Gambar 6. Dikjen
Sumber : http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html
Belanda mulai memperluas daratan dari tahun 1575-1650. Tanah rendah yang masih ada genangan air di dalamnya dibuatkan pematang mengelilingi tanah tersebut. Lalu air yang masih ada dipermukaan tanah dipompa keluar menggunakan kincir angin. Proses pengeringan tersebut dinamakan “Inpolderingproject”. Tanah pasir yang kering, lama kelamaan akan menjadi daratan, sehingga Negera Belanda menjadi semakin luas (Isnaini, 2012).

Gambar 7. Kincir Angin di Kinderdijk, Belanda
Sumber : http://pembayunsekar.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-tradisi-inovasi-belanda.html

Negara Belanda merupakan negara yang tak pernah berhenti berupaya melahirkan inovasi. Perjuangan melawan banjir telah dilakukan Belanda hampir selama satu milenium. Lebih dari seratus bencana banjir pernah menyerang Belanda dalam kurun waktu tersebut.Satu peristiwa  yang tidak akan pernah dilupakan di Nederland. Petaka ini dikenal dengan nama ‘bencana air’ atau watersnoodramp. Peristiwa pecahnya tanggul/Dikjen dipinggir pantai provinsi pesisir Zeeland terjadi pada tanggal 1 Februari 1953.Tanggul raksasa yang setinggi 4.55 meter ini ternyata tidak tahan dari ombak dan badai, sehingga bobol oleh air laut, yang menyebabkan provinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air, 1800 orang meninggal dunia,hewan-hewan yang tidak terhitung banyaknya musnah dan kerugian harta yang banyak sekali. Orang Belanda berjanji tidak akan melupakan dan akan mengamankan Negerinya semaksimal mungkin, hingga kejadian ini tidak akan terulang kedua kalinya (Sugiarti, 2012).
Sebagai reaksi pencegahan terhadap bencana banjir, Pemerintah Belanda membuat Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken), yaitu pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Secara konsep, Proyek Delta ini akan mengurangi resiko banjir di South Holland dan Zeeland untuk sekali per 10.000 tahun. Meskipun Proyek Delta telah selesai tahun 1997, masih ada ancaman kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim yang mendorong Belanda untuk terus-menerus menyempurnakan sistem poldernya. Ini adalah perjuangan berat jangka panjang bangsa Belanda dalam menaklukan air (Sugiarti, 2012).


Gambar 8. Proyek Delta (Delta Works/Deltawerken)
Sumber : http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html

Dari penjelasan diatas, ternyata kesuksesan negara Belanda, karena negara tersebut terus berinovasi untuk dapat bertahan dibawah permukaan air laut. Negara yang berasal dari perjuangan panjang dan patut dijadikan teladan dalam manajemen air oleh negara Indonesia. Saya berharap suatu saat nanti akan dapat langsung melihat dan mempelajari sistem polder di Negera Vanoranje, Negara dibawah permukaan air laut.Kita harus belajar dari ahlinya!.


 







Daftar Pustaka :

Anonim. 2010. Air, Ancaman dan Sahabat Orang di Belanda. Notes by Sciences University on facebook.https://www.facebook.com/notes/science-of-universe/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/10150216445500150. Diakses tanggal 22 april 2015.

Anonim. 2016. Belanda. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda. Diakses tanggal 22 april 2015.


Amelia, R. 2013. Belanda terus berada di Atas Air. http://raisamelia.blogspot.com/2013/05/belanda-berhasil-taklukkan-banjir.html. Tanggal 24 April 2015.

Dorrepaal, L. 2012. Social Systems / Loes. http://socialsystemsloes.blogspot.com/2012/09/polder-model.html. Diakses tanggal 24 april 2015.

Isnaini. 2010. Belanda, Negara bawah permukaan air laut. https://cybermujahidah.wordpress.com/2010/04/26/belandanegara-bawah-permukaan-air-laut/. Diakses 22 april 2015.

Sugiarti, A. 2012. Belajar dari Sistem Folder Negera Belanda. http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html. Diakses tanggal 24 April 2015.

Taufiqurramadhan, R. 2013. Belanda, ternyata negara terendah di Dunia